My Angel
Pagi yang cerah dengan kicauan
burung merdu. Suara alaram berbunyi keras, membangunkan seorang gadis cantik
yang sedang bermimpi indah. Nabilla. Perempuan cantik itu hanya tinggal bersama
kembarannya yaitu Nadilla. Mereka harus kehilangan kedua orang tuanya karena
kecelakaan pesawat tiga tahun yang lalu, saat mereka masih berada dibangku
kelas 3 SMP. Tak terasa sekarang mereka sudah berada dibangku kelas 3 SMA.
Beruntung orang tua mereka meninggalkan harta yang cukup untuk hidup mereka
berdua sehingga mereka masih bisa hidup tanpa harus mengemis ngemis pada orang
lain.
“heii
pemalas! ayo bangun” nadilla menarik selimut nabilla
“ahh apaan sihh, masih ngantuk tau” nabilla merebut kembali selimutnya
“liat nohh udh jam brp” ucap nadilla sambil menujuk jam dinding yg ada dikamar nabilla itu
Betapa terkejutnya nabilla saat melihat jam dinding itu.
“hah udh jam setengah tujuh, kita telat dilll” nabilla segera menuju kamar mandi.
.........
“ayo dong bill buruan, kita telat nihh” ucap nadilla
“iya iya, tunggu dong bawel deh” nabilla segera memasuki mobil mereka
“ahh apaan sihh, masih ngantuk tau” nabilla merebut kembali selimutnya
“liat nohh udh jam brp” ucap nadilla sambil menujuk jam dinding yg ada dikamar nabilla itu
Betapa terkejutnya nabilla saat melihat jam dinding itu.
“hah udh jam setengah tujuh, kita telat dilll” nabilla segera menuju kamar mandi.
.........
“ayo dong bill buruan, kita telat nihh” ucap nadilla
“iya iya, tunggu dong bawel deh” nabilla segera memasuki mobil mereka
Tak lama kemudian
mereka sampai di sekolah tercintanya. Nabilla dan Nadilla berbeda dikelas XII
IPA 2. Nadilla mempunyai dua sahabat yaitu Dinda dan Riva. Yapp sahabat Nadilla
pasti sahabat Nabilla juga.
(@sekolah)
“tuhh kan kita belum telat, nadil sihh buru buru banget kalo tau gini gue kan bisa makan dulu tadi” gerutu Nabilla
“iya yah kita belum telat :D hehe maaf deh maaf” maaf Nadilla pada Nabilla
“nadil harus tanggung jawab. Nadill harus tlaktir gue dikantin. Sekarang.” Pinta Nabilla
“sebagai kaka yg bertanggung jawab, oke deh gue tlaktir lo, tapi jangan banyak banyak yah nanti uang jajan gue habis” ucap Nadilla sambil menarik Nabilla untuk pergi menuju kantin.
(@Kantin )
“ehh kita jujur jujuran yu, kalian suka sama siapa?” ucap Riva menantang Dinda dan Nadilla
“emm mulai dari lo ya Riv” Nadilla menantang balik Riva
“ok, tapi janji ini rahasia kita ga boleh ada yg tau” ucap Riva
“siip” secara bersamaan Dinda dan Nadilla menjawab
“emangnya lo suka sama siapa Riv?”ucap Dinda penasaran
“gue suka sama, Andri emm lo Da?” balas Riva
“pantes lo suka caper sama Andri, gue sih.. suka sama Rayhan” ucap Dinda
“gue sama Dinda udah jujur sekarang lo dill ” ucap Riva
Saat mereka sedang menunggu jawaban dari Nadilla ternyata bell berbunyi terpaksa mereka harus menundanya. “yu cepetan kekelas” Dinda bergegas menuju kelas disusul Nadilla dan Riva
(@kelas)
“gimana dill lo suka sama siapa?” bisik Dinda dari belakang bangku Nadilla dan Riva
“gue suka sama Faris” ucap Nadilla santai
”HAH! FARIS?” ucap Dinda dan Riva terkejut
“iya,emang knpa?” ucap Nadilla sambil memutar-mutar pulpennya
“dia kan super duper jutek maxsimal bingits binggow” ucap Riva yang terkesan alay
“ihh apaan sih Riv alay banget lo.Hati-hati deh kalo suka sama Faris” ucap Dinda memberi tau Nadilla
“hm, emng knpa Da?” ucap Nadilla bingung
“ihhh dia kan playboy” ucap Riva
“hmm masa sih ?” jawab Nadilla tak percaya
“iya. masa lo gak tau sih dill” ucap Dinda
“ohh gitu ya ” ucap Nadilla nampaknya sangat kecewa
Mereka pun kembali memperhatikan gurunya lgi
tetttt tetttt (anggap aja bel sekolah :D)
“yeayyyy!!” semua murid bersorak riang,karena sekarang waktunya pulang.
.......
@rumahNadillaNabilla
“kaka..” dengan manjanya Nabilla berbicara
“haha tumben lo manggil gue kaka? Ada maunya nih :P” Nadilla merasa janggal dengan kelakuan Nabilla
“hehe, gue lapar.. masakin dong” ucap Nabilla sambil mengelus perutnya
“mungpung lagi baik, okelah gue masakin. Mau makan apa adikku? :p =)” ucap Nadilla
“mie goreng!!” dengan semangat 45 nya Nabilla berbicara
“cie semangat banget deh, haha. Ok tunggu ya adikku”ucap Nadilla menuju dapur
0.o.0.o.0.o.0
“dill gue pinjem catatan fisika lo ya” ucap Nabilla yang sedang menunggu masakan Nadilla
“ya,ambil aja tuh ditas” teriak Nadilla dari dapur
Nabilla membuka tas milik Nadilla. Nabilla melihat selembar kertas terjatuh,segera diambilnya kertas itu.
“bill udah jadi nih” ucap Nadilla membawa sepiring mie untuk kembarannya itu
“mana?? udah laper banget nihh” Nabilla memasukan kertas itu kedaalam tas Nadilla dan mengurungkan niatnya untuk membaca nya, sebenarnya kertas itu berisi surat keterangan dokter.
“tunggu” ucap Nabilla mengagetkan Nadilla
“ada apa bill?” ucap Nadilla serius
“enak ga nih? Awas loh kalo ga enak” ucap Nabilla
“kirain apa, enak dong cobain aja” ucap Nadilla percaya diri,Nabilla memcoba masakan Nadilla
“gimana bill??” Nadilla mengigit bibir bawahnya menunggu jawaban dari Nabilla
“hhmm, enakk!!! ” ucap Nabilla mengangkat kedua jempolnya, Nadilla pun tersenyum lega
“dill lo ga makan ?” ucap Nabilla sambil mengunyah makannannya
“kebiasaan eh. Kalo mau ngomong telen dulu makananya. Lo aja. Gue belum laper ko” ucap Nadilla
“hhehe iya iya” Nabilla cengengesan
Tiba tiba ........
“dill lo kenapa?” tanya Nabilla cemas
“gue gapapa bill paling panas dalam, lanjutin sana makannya gue mau kekamar mandi” jawab Nadilla santai
“beneran? Yaudah deh gue makan lagi” ucap Nabilla segera menyantap makanannya lagi
“iya beneran” ucap Nadilla sambil berjalan menuju kamar mandi
@kamarmandi
“tuhan.. apa harus, kembaran ku tau apa yg terjadi, tapi aku ga mau dia kawatir tuhan. Ahhgggrtt apa yg harus gue lakulin” ucap Nadilla bingung sambil membasuh hidungnya yg penuh darah itu
“dilla.. lama banget sih dikamar mandinya” teriak Nabilla dari ruang tv
Nadilla pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri Nabilla
“ga usah pake teriak napa, berisik tau” ucap Nadilla duduk disamping Nabilla
“hhehe,ke dokter yu,gue takut lo kenapa kenapa” ucap Nabilla khawatir
“duhh gimana nih, nanti Nabilla tau penyakit gue” batin Nadilla
Tanpa memberikan kesempatan untuk Nadilla menjawab Nabilla menarik Nadilla menuju mobil nya
“cepetan keburu sore ” ucap Nabilla menarik tanggan Nadilla
“ihh sakit biasa aja kalii nariknya” ucap Nadilla kesakitan
“hhehe maaf” ucap Nabilla dengan wajah tanpa dosa nya itu
......
(@ RUMAH SAKIT)
“dill lama banget sih jalannya” ucap Nabilla yang terus saja menarik tangan Nadilla
“aww aww,bill kasar banget nariknya” Nadilla merintih kesakitan, Nabilla tak menghiraukannya
“aduhh gimana nihh ” batin Nadilla cemas
”Nadilla” ucap sang suster memanggil Nadilla. Nadilla dan Nabilla pun masuk.
“wahh kalian kembar ya, cantik sekali” ucap dokter itu kepada Nabilla dan Nadilla
“hhehe makasih dokter” ucap Nabilla yg salting dibilang cantik
“siapa yang mau diperiksa?” ucap sang dokter
“ini dok kembaran saya Nadilla. Tadi dia mimisan” ucap Nabilla menunjuk Nadilla
“mari kita periksa” ucap dokter itu
Setelah dokter itu selesai memeriksa Nadilla. Nabilla bertanya
“gimana dok Nadilla sakit apa?” ucap Nabilla penasaran, dengan wajah sedih dokter itu berkata
“Nadilla mengidap penyakit leukimia stadium 2 dan ini harus segera dikemotrapi, jika tidak penyakitnya akan tambah parah. Nadilla sudah pernah memeriksakan dirinya tapi ia tidak mau juga dikemotrapi saya harap anda dapat membujuknya” jelas dokter itu kepada Nabilla
“apa?!” ucap Nabilla terkejut dan tak percaya
“maaf saya permisi” ucap dokter meninggalkan Nabilla yg sedang shock
“ini gak mungkin” ucap Nabilla yg masih tak percaya dan menahan air mata nya
^Nabilla pun menghampiri Nadilla yang sedang terbaring lemah diranjang rumah sakit
“lo jahat” ucap Nabilla menahan air matanya
“Nabilla lo udah tau semuanya?” Nadilla berusaha bangun dari posisi tidurnya
“kenapa lo ga bilang kalo punya penyakit separah ini” ucap Nabilla yg kini tak bisa menahan air matanya
“maaf bill. Gue ga mau lo khawatir” ucap Nadilla yang juga menangis
“kalo gini kan gue lebih khawatir dilla” balas Nabilla
“maaf” ya hanya kata itu lah yg bisa Nadilla ucapkan
“kenapa lo ga mau dikemo? lo ga mau sembuh? Hah? lo mau gue hidup sendirian?” ucap Nabilla disertai air mata nya
^Nadilla pun segera memeluk kembarannya itu dan berkata
“ngga bill. Gue ga mau liat lo sedih . Gue sayang sama lo. Gue janji bill ga akan tinggalin lo”
“janji?” ucap Nabilla melepaskan pelukannya dan mengangkat jari kelingkinnya
“Janji, jangan sedih dong” ucap Nadilla dengan senyuman khasnya
“ahh nadill gue sayang lo, ga mau kehilangan kaka bawel kaya lo :p ” Nabilla memeluknya lgi
“gue juga ga mau kehilangan adik semales lo bill” balas Nadilla mempererat pelukannya
“so sweet banget nih si kembar” ucap Dinda yang tiba tiba datang bersama Riva
“lohh Riva, Dinda kalian disini?” ucap Nadilla terkejut akan kedatangan dua sahabatnya itu
“hhehe tadi gue yang kasih tau” ucap Nabilla cengengesan
“yang kuat ya Nadill semua akan baik baik aja ko ” ucap Dinda menghampiri Nadilla
“iya dilla lo harus kuat inget lo harus jagain Nabilla” sambar Riva yang juga menghampiri Nadilla
“lohh kalian udh tau ?” ucap Nabilla terkejut
“iya dong wktu Nadilla mimisan kita bawa dia ke dokter, jadi kita tau” jelas Dinda
“kalian jahat. masa klian tau duluan. Lah gue? gue baru tau sekarang. sebel deh” ucap Nabilla memasang wajah kesalnya
“hhaha” semua pun tertawa melihat wajah Nabilla yg lucu itu
Mereka pun pulang.
“tuhh kan kita belum telat, nadil sihh buru buru banget kalo tau gini gue kan bisa makan dulu tadi” gerutu Nabilla
“iya yah kita belum telat :D hehe maaf deh maaf” maaf Nadilla pada Nabilla
“nadil harus tanggung jawab. Nadill harus tlaktir gue dikantin. Sekarang.” Pinta Nabilla
“sebagai kaka yg bertanggung jawab, oke deh gue tlaktir lo, tapi jangan banyak banyak yah nanti uang jajan gue habis” ucap Nadilla sambil menarik Nabilla untuk pergi menuju kantin.
(@Kantin )
“ehh kita jujur jujuran yu, kalian suka sama siapa?” ucap Riva menantang Dinda dan Nadilla
“emm mulai dari lo ya Riv” Nadilla menantang balik Riva
“ok, tapi janji ini rahasia kita ga boleh ada yg tau” ucap Riva
“siip” secara bersamaan Dinda dan Nadilla menjawab
“emangnya lo suka sama siapa Riv?”ucap Dinda penasaran
“gue suka sama, Andri emm lo Da?” balas Riva
“pantes lo suka caper sama Andri, gue sih.. suka sama Rayhan” ucap Dinda
“gue sama Dinda udah jujur sekarang lo dill ” ucap Riva
Saat mereka sedang menunggu jawaban dari Nadilla ternyata bell berbunyi terpaksa mereka harus menundanya. “yu cepetan kekelas” Dinda bergegas menuju kelas disusul Nadilla dan Riva
(@kelas)
“gimana dill lo suka sama siapa?” bisik Dinda dari belakang bangku Nadilla dan Riva
“gue suka sama Faris” ucap Nadilla santai
”HAH! FARIS?” ucap Dinda dan Riva terkejut
“iya,emang knpa?” ucap Nadilla sambil memutar-mutar pulpennya
“dia kan super duper jutek maxsimal bingits binggow” ucap Riva yang terkesan alay
“ihh apaan sih Riv alay banget lo.Hati-hati deh kalo suka sama Faris” ucap Dinda memberi tau Nadilla
“hm, emng knpa Da?” ucap Nadilla bingung
“ihhh dia kan playboy” ucap Riva
“hmm masa sih ?” jawab Nadilla tak percaya
“iya. masa lo gak tau sih dill” ucap Dinda
“ohh gitu ya ” ucap Nadilla nampaknya sangat kecewa
Mereka pun kembali memperhatikan gurunya lgi
tetttt tetttt (anggap aja bel sekolah :D)
“yeayyyy!!” semua murid bersorak riang,karena sekarang waktunya pulang.
.......
@rumahNadillaNabilla
“kaka..” dengan manjanya Nabilla berbicara
“haha tumben lo manggil gue kaka? Ada maunya nih :P” Nadilla merasa janggal dengan kelakuan Nabilla
“hehe, gue lapar.. masakin dong” ucap Nabilla sambil mengelus perutnya
“mungpung lagi baik, okelah gue masakin. Mau makan apa adikku? :p =)” ucap Nadilla
“mie goreng!!” dengan semangat 45 nya Nabilla berbicara
“cie semangat banget deh, haha. Ok tunggu ya adikku”ucap Nadilla menuju dapur
0.o.0.o.0.o.0
“dill gue pinjem catatan fisika lo ya” ucap Nabilla yang sedang menunggu masakan Nadilla
“ya,ambil aja tuh ditas” teriak Nadilla dari dapur
Nabilla membuka tas milik Nadilla. Nabilla melihat selembar kertas terjatuh,segera diambilnya kertas itu.
“bill udah jadi nih” ucap Nadilla membawa sepiring mie untuk kembarannya itu
“mana?? udah laper banget nihh” Nabilla memasukan kertas itu kedaalam tas Nadilla dan mengurungkan niatnya untuk membaca nya, sebenarnya kertas itu berisi surat keterangan dokter.
“tunggu” ucap Nabilla mengagetkan Nadilla
“ada apa bill?” ucap Nadilla serius
“enak ga nih? Awas loh kalo ga enak” ucap Nabilla
“kirain apa, enak dong cobain aja” ucap Nadilla percaya diri,Nabilla memcoba masakan Nadilla
“gimana bill??” Nadilla mengigit bibir bawahnya menunggu jawaban dari Nabilla
“hhmm, enakk!!! ” ucap Nabilla mengangkat kedua jempolnya, Nadilla pun tersenyum lega
“dill lo ga makan ?” ucap Nabilla sambil mengunyah makannannya
“kebiasaan eh. Kalo mau ngomong telen dulu makananya. Lo aja. Gue belum laper ko” ucap Nadilla
“hhehe iya iya” Nabilla cengengesan
Tiba tiba ........
“dill lo kenapa?” tanya Nabilla cemas
“gue gapapa bill paling panas dalam, lanjutin sana makannya gue mau kekamar mandi” jawab Nadilla santai
“beneran? Yaudah deh gue makan lagi” ucap Nabilla segera menyantap makanannya lagi
“iya beneran” ucap Nadilla sambil berjalan menuju kamar mandi
@kamarmandi
“tuhan.. apa harus, kembaran ku tau apa yg terjadi, tapi aku ga mau dia kawatir tuhan. Ahhgggrtt apa yg harus gue lakulin” ucap Nadilla bingung sambil membasuh hidungnya yg penuh darah itu
“dilla.. lama banget sih dikamar mandinya” teriak Nabilla dari ruang tv
Nadilla pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri Nabilla
“ga usah pake teriak napa, berisik tau” ucap Nadilla duduk disamping Nabilla
“hhehe,ke dokter yu,gue takut lo kenapa kenapa” ucap Nabilla khawatir
“duhh gimana nih, nanti Nabilla tau penyakit gue” batin Nadilla
Tanpa memberikan kesempatan untuk Nadilla menjawab Nabilla menarik Nadilla menuju mobil nya
“cepetan keburu sore ” ucap Nabilla menarik tanggan Nadilla
“ihh sakit biasa aja kalii nariknya” ucap Nadilla kesakitan
“hhehe maaf” ucap Nabilla dengan wajah tanpa dosa nya itu
......
(@ RUMAH SAKIT)
“dill lama banget sih jalannya” ucap Nabilla yang terus saja menarik tangan Nadilla
“aww aww,bill kasar banget nariknya” Nadilla merintih kesakitan, Nabilla tak menghiraukannya
“aduhh gimana nihh ” batin Nadilla cemas
”Nadilla” ucap sang suster memanggil Nadilla. Nadilla dan Nabilla pun masuk.
“wahh kalian kembar ya, cantik sekali” ucap dokter itu kepada Nabilla dan Nadilla
“hhehe makasih dokter” ucap Nabilla yg salting dibilang cantik
“siapa yang mau diperiksa?” ucap sang dokter
“ini dok kembaran saya Nadilla. Tadi dia mimisan” ucap Nabilla menunjuk Nadilla
“mari kita periksa” ucap dokter itu
Setelah dokter itu selesai memeriksa Nadilla. Nabilla bertanya
“gimana dok Nadilla sakit apa?” ucap Nabilla penasaran, dengan wajah sedih dokter itu berkata
“Nadilla mengidap penyakit leukimia stadium 2 dan ini harus segera dikemotrapi, jika tidak penyakitnya akan tambah parah. Nadilla sudah pernah memeriksakan dirinya tapi ia tidak mau juga dikemotrapi saya harap anda dapat membujuknya” jelas dokter itu kepada Nabilla
“apa?!” ucap Nabilla terkejut dan tak percaya
“maaf saya permisi” ucap dokter meninggalkan Nabilla yg sedang shock
“ini gak mungkin” ucap Nabilla yg masih tak percaya dan menahan air mata nya
^Nabilla pun menghampiri Nadilla yang sedang terbaring lemah diranjang rumah sakit
“lo jahat” ucap Nabilla menahan air matanya
“Nabilla lo udah tau semuanya?” Nadilla berusaha bangun dari posisi tidurnya
“kenapa lo ga bilang kalo punya penyakit separah ini” ucap Nabilla yg kini tak bisa menahan air matanya
“maaf bill. Gue ga mau lo khawatir” ucap Nadilla yang juga menangis
“kalo gini kan gue lebih khawatir dilla” balas Nabilla
“maaf” ya hanya kata itu lah yg bisa Nadilla ucapkan
“kenapa lo ga mau dikemo? lo ga mau sembuh? Hah? lo mau gue hidup sendirian?” ucap Nabilla disertai air mata nya
^Nadilla pun segera memeluk kembarannya itu dan berkata
“ngga bill. Gue ga mau liat lo sedih . Gue sayang sama lo. Gue janji bill ga akan tinggalin lo”
“janji?” ucap Nabilla melepaskan pelukannya dan mengangkat jari kelingkinnya
“Janji, jangan sedih dong” ucap Nadilla dengan senyuman khasnya
“ahh nadill gue sayang lo, ga mau kehilangan kaka bawel kaya lo :p ” Nabilla memeluknya lgi
“gue juga ga mau kehilangan adik semales lo bill” balas Nadilla mempererat pelukannya
“so sweet banget nih si kembar” ucap Dinda yang tiba tiba datang bersama Riva
“lohh Riva, Dinda kalian disini?” ucap Nadilla terkejut akan kedatangan dua sahabatnya itu
“hhehe tadi gue yang kasih tau” ucap Nabilla cengengesan
“yang kuat ya Nadill semua akan baik baik aja ko ” ucap Dinda menghampiri Nadilla
“iya dilla lo harus kuat inget lo harus jagain Nabilla” sambar Riva yang juga menghampiri Nadilla
“lohh kalian udh tau ?” ucap Nabilla terkejut
“iya dong wktu Nadilla mimisan kita bawa dia ke dokter, jadi kita tau” jelas Dinda
“kalian jahat. masa klian tau duluan. Lah gue? gue baru tau sekarang. sebel deh” ucap Nabilla memasang wajah kesalnya
“hhaha” semua pun tertawa melihat wajah Nabilla yg lucu itu
Mereka pun pulang.
Nadilla asik membuat
puisi dimeja belajarnya, yap Nadilla memang hobi membuat puisi tak heran ia
menjadi juara menulis puisi seJABOTABEK . Nabilla datang membawa segelas susu
coklat dan bakpao kesukaan Nadilla. Nabilla terkejut melihat buku puisi Nadilla
berlumuran darah.
”Nadilla!”
teriak Nabilla mencari Nadilla. Ternyata ia berada didalam kamar mandi sedang
membersihkan darah dihidungnya itu.
“ada apa bill kok teriak teriak” ucap Nadilla santai
“huftt bikin khawatir aja, liat tuh bukunya banyak darah. Gue kan takut loe kenapa kenapa”ucap Nabilla lega
“ohh itu, tdi gue mimisan tenang aja bill gue gpp ko” Nadilla tersenyum pada Nabilla
<<<SKIP >>>
“ada apa bill kok teriak teriak” ucap Nadilla santai
“huftt bikin khawatir aja, liat tuh bukunya banyak darah. Gue kan takut loe kenapa kenapa”ucap Nabilla lega
“ohh itu, tdi gue mimisan tenang aja bill gue gpp ko” Nadilla tersenyum pada Nabilla
<<<SKIP >>>
Tak terasa
Nabilla dan Nadilla sudah melewati ujian nasional.Hasil ujian nasional
diumumkan dimading.
“permisiii permisii” ucap Nabilla dan Nadilla yg berusaha melihat kertas yg tertempel pada mading
“bill gue lulus dengan nilai sempurna” ucap Nadilla sumeringah
“iyaa dilll,kita lulus” balas Nabilla lalu memeluk Nadilla
^Riva dan Dinda pun datang
“selamat dill lo meraih nilai tertinggi ujian nasional loh” ucap Riva memberi selamat
“iya Riv allhamdulillah” ucap Nadilla tersenyum “akhirnya kita lulus” ucap Dinda bahagia “iya akhirnya kita lulus” ucap Nabilla sangat gembira, mereka pun saling berpelukan.
“permisiii permisii” ucap Nabilla dan Nadilla yg berusaha melihat kertas yg tertempel pada mading
“bill gue lulus dengan nilai sempurna” ucap Nadilla sumeringah
“iyaa dilll,kita lulus” balas Nabilla lalu memeluk Nadilla
^Riva dan Dinda pun datang
“selamat dill lo meraih nilai tertinggi ujian nasional loh” ucap Riva memberi selamat
“iya Riv allhamdulillah” ucap Nadilla tersenyum “akhirnya kita lulus” ucap Dinda bahagia “iya akhirnya kita lulus” ucap Nabilla sangat gembira, mereka pun saling berpelukan.
2 Tahun kemudian
Lulus SMA Nadilla dan Nabilla melanjutkan
kuliahnya disalah satu Universitas di jakarta. Riva melanjutkan kuliahnya
dibandung sedangkan Dinda ia ikut papanya ke paris, walaupun bgitu mereka tetap
berkomunikasi dengan baik. Dan akhirnya Nadilla pun mendapatkan cinta seorang
pria tampan yang ia idamkan sejak mereka berada di bangku SMA. Faris yang
dulunya adalah seorang pria yang suka memainkan wanita atau sering juga disebut
playboy. Kini Faris mau berubah karena Nadilla. Ia belajar untuk setia dan
memahami arti cinta yang sesungguhnya.
“haii sayang, gimana kuliahnya udah beres?” tanya Faris pada
Nadilla
“udah sayang, yu pulang” balas Nadilla dengan senyum manisnya
Saat mereka hendak pulang. Mengucur darah dari hidung Nadilla, tak lama ia pun tak sadarkan diri.
“Dill kamu kenapa sayang” Faris panik lalu memeluk tubuh mungil milik Nadilla itu
^Nadilla pun di bawa ke rumah sakit terdekat
Faris segera mengabari Nabilla saudara kembar Nadilla dan tak lama Nabilla pun datang
“Nabilla” ucap Faris melihat Nabilla yg baru saja datang
“gimana Nadilla ?” Nabilla panik. Dengan wajah sedih Faris memberitahukan bahwa Nadilla butuh tulang sum sum belakang untuknya.
Dengan yakin Nabilla berkata “gue aja, pasti tulang sum sum gue cocok. gue kan kembarannya”
“yakin lo bill?” tanya Faris tak percaya
“yakin! Demi Nadilla gue akan lakukan semuanya meskipun nyawa gue taruhannya”ucap Nabilla yakin.
Suster mendatangin mereka dan menanyakan pendonor sumsum untuk Nadilla
“apa sudah ada pendonornya?” tanya suster itu pada Faris
“sudah sus. Nabilla kembarannya Nadilla”ucap Faris ragu
“ya sudah klo begitu operasi akan dilalukan besok” ucap suster itu lalu pergi meninggalkan Nabilla dan Faris
“gue sayang Nadilla, dia segalanya buat gue” ucap Nabilla sambil melihat Nadilla dari jendela kamar rawatnya
“iya bill gue tau” Faris menahan air matanya “dok kita boleh masuk” tanya Faris pada dokter itu yang baru saja keluar dari kamar rawat Nadilla
“boleh, hanya satu orang saja ya” ucap dokter lalu pergi
“lo aja yang masuk bill” ucap morgan mempersilahkan Nabilla masuk
“makasih ya”Nabillapun masuk menemui Nadilla yang ceria kini terbaring lemah dengan selang infusan ditangannya
“kakak.. Nabilla sayang ka Nadilla ” tak biasanya Nabilla memanggil Nadilla kaka.
Nabilla menangis dan air matanya tak sengaja mengenai tangan Nadilla. Keajaiban. Tiba tiba Nadilla berhasil tersadar dari koma nya
“nabill....aa” ucap Nadilla terbata bata “kaka udah sadar, syukurlah. Nabilla sayang kaka” Nabilla memeluk tubuh Nadilla “hhaha,kaka? ada maunya ya? Lo mau apa adikku?”Nadilla tertawa lemah, mengira itu hanya lelucon
“Nabilla serius, billa mau kaka hidup lebih lama.Bahagia bersama Faris”Nabilla yg lucu dan jail itu kini menjadi serius
“gue juga sayang lo bill, jangan nangis dong,jangan panggil kaka ah kesannya tuh gue tua banget deh, kita kan cuma beda lima menit lahirnya. Pasti. Kitakan udah janji dan gue ga suka ingkar janji ;)” ucap Nadilla menghampus air mata Nabilla
“ahh dilla so sweet” ucap Nabilla dengan suara manja khasnya dan memeluk Nadilla
“ahh Nabilla lebay” ucap Nadilla menirukan suara Nabilla “ihh jahat” ucap Nabilla sambil mengerucutkan bibirnya “ihh manyun. Jelek ah. Hahaha” ucap Nadilla yg terlihat bahagia
“gue bahagia liat senyum lo dill. Mungkin ini terakhir kalinya gue sama lo dill. Gue pengen melukiskan kenangan indah, sebelum akhirnya gue pergi ninggalin lo” batin Nabilla sambil menatap lekat wajah Nadilla
“udah sayang, yu pulang” balas Nadilla dengan senyum manisnya
Saat mereka hendak pulang. Mengucur darah dari hidung Nadilla, tak lama ia pun tak sadarkan diri.
“Dill kamu kenapa sayang” Faris panik lalu memeluk tubuh mungil milik Nadilla itu
^Nadilla pun di bawa ke rumah sakit terdekat
Faris segera mengabari Nabilla saudara kembar Nadilla dan tak lama Nabilla pun datang
“Nabilla” ucap Faris melihat Nabilla yg baru saja datang
“gimana Nadilla ?” Nabilla panik. Dengan wajah sedih Faris memberitahukan bahwa Nadilla butuh tulang sum sum belakang untuknya.
Dengan yakin Nabilla berkata “gue aja, pasti tulang sum sum gue cocok. gue kan kembarannya”
“yakin lo bill?” tanya Faris tak percaya
“yakin! Demi Nadilla gue akan lakukan semuanya meskipun nyawa gue taruhannya”ucap Nabilla yakin.
Suster mendatangin mereka dan menanyakan pendonor sumsum untuk Nadilla
“apa sudah ada pendonornya?” tanya suster itu pada Faris
“sudah sus. Nabilla kembarannya Nadilla”ucap Faris ragu
“ya sudah klo begitu operasi akan dilalukan besok” ucap suster itu lalu pergi meninggalkan Nabilla dan Faris
“gue sayang Nadilla, dia segalanya buat gue” ucap Nabilla sambil melihat Nadilla dari jendela kamar rawatnya
“iya bill gue tau” Faris menahan air matanya “dok kita boleh masuk” tanya Faris pada dokter itu yang baru saja keluar dari kamar rawat Nadilla
“boleh, hanya satu orang saja ya” ucap dokter lalu pergi
“lo aja yang masuk bill” ucap morgan mempersilahkan Nabilla masuk
“makasih ya”Nabillapun masuk menemui Nadilla yang ceria kini terbaring lemah dengan selang infusan ditangannya
“kakak.. Nabilla sayang ka Nadilla ” tak biasanya Nabilla memanggil Nadilla kaka.
Nabilla menangis dan air matanya tak sengaja mengenai tangan Nadilla. Keajaiban. Tiba tiba Nadilla berhasil tersadar dari koma nya
“nabill....aa” ucap Nadilla terbata bata “kaka udah sadar, syukurlah. Nabilla sayang kaka” Nabilla memeluk tubuh Nadilla “hhaha,kaka? ada maunya ya? Lo mau apa adikku?”Nadilla tertawa lemah, mengira itu hanya lelucon
“Nabilla serius, billa mau kaka hidup lebih lama.Bahagia bersama Faris”Nabilla yg lucu dan jail itu kini menjadi serius
“gue juga sayang lo bill, jangan nangis dong,jangan panggil kaka ah kesannya tuh gue tua banget deh, kita kan cuma beda lima menit lahirnya. Pasti. Kitakan udah janji dan gue ga suka ingkar janji ;)” ucap Nadilla menghampus air mata Nabilla
“ahh dilla so sweet” ucap Nabilla dengan suara manja khasnya dan memeluk Nadilla
“ahh Nabilla lebay” ucap Nadilla menirukan suara Nabilla “ihh jahat” ucap Nabilla sambil mengerucutkan bibirnya “ihh manyun. Jelek ah. Hahaha” ucap Nadilla yg terlihat bahagia
“gue bahagia liat senyum lo dill. Mungkin ini terakhir kalinya gue sama lo dill. Gue pengen melukiskan kenangan indah, sebelum akhirnya gue pergi ninggalin lo” batin Nabilla sambil menatap lekat wajah Nadilla
SKIP >> ke esokan harinya
Hari ini adalah
hari dimana Nabilla akan meregang nyawanya untuk Nadilla, sebelum itu Nabilla menulis
surat memberikan boneka Hello Kitty kesukaan Nadilla.
“anda sudah siap?” ucap dokter pada Nabilla
“siap dok, tapi tunggu dok saya ingin bicara dengan faris” ucap Nabilla menghampiri faris
“faris jaga baik baik kakak gue ya bahagiain dia jangan bikin dia sedih apalagi nangis, lo kasih surat ini kalo Nadilla udah sadar, inget ya ris jangan sakitin dilla”ucap Nabilla sambil memberikan surat berwarna pink itu
“iya bill pasti! Semangat ya bill” ucap Faris menyemangati Nabilla
“okk ;)” Nabilla pun masuk ke ruangan operasi
^ 3 jam kemudian
“anda sudah siap?” ucap dokter pada Nabilla
“siap dok, tapi tunggu dok saya ingin bicara dengan faris” ucap Nabilla menghampiri faris
“faris jaga baik baik kakak gue ya bahagiain dia jangan bikin dia sedih apalagi nangis, lo kasih surat ini kalo Nadilla udah sadar, inget ya ris jangan sakitin dilla”ucap Nabilla sambil memberikan surat berwarna pink itu
“iya bill pasti! Semangat ya bill” ucap Faris menyemangati Nabilla
“okk ;)” Nabilla pun masuk ke ruangan operasi
^ 3 jam kemudian
Operasi berhasil
dilakukan. Nadilla dinyatakan bersih dari kanker darah dan Nabilla? Bagaimana dengan
Nabilla?
Perlahan Nadilla membuka mata. Mencari kembarannya itu namun ia tak juga menemukannya “selamat anda terbedas dari kanker darah” ucap dokter memberi selamat
“terimakasih dok” ucap Nadilla yang sangat bahagia
“ris Nabilla mana? ko ga keliatan” tanya Nadilla pada faris
“Nabilla... emm Nabilla” ucap Faris kebingungan
“gue mau ketemu Nabilla” ucap Nadilla memohon pada faris
“Nabill........ Nabilla. Nabilla meninggal dill” jawab faris merundukan kepalanya
“apa! Gamungkin!!! Nabilla liat gue bisa hidup lebih lama bill. Gue bakal temenin lo. Kenapa bill? Kenapa lo malah pergi ? terus gue sama siapaa???”
“sabar dill semua kehendak tuhan, masih ada aku disini” ucap faris menenangkan Nadilla “dimana Nabilla? gue mau lihat” ucap Nadilla sambil melihat ke arah dokter
“Nabilla ada diruang jenazah” ucap dokter itu
“gue mau ketemu sama diaa ris”mohon Nadilla
“tapi kamu masih harus istirahat dill” faris melarangnya
“kalo ga ada yang nganter,biar gue sendiri aja ” ucap Nadilla berusaha berdiri namun usahanya sia-sia
“keadaan Nadilla masih lemah sebaiknya ia menggunakan kursi roda ” saran dokter
“baiklah” ucap faris menganbil kursi roda
@kamar jenazah
Perlahan Nadilla membuka mata. Mencari kembarannya itu namun ia tak juga menemukannya “selamat anda terbedas dari kanker darah” ucap dokter memberi selamat
“terimakasih dok” ucap Nadilla yang sangat bahagia
“ris Nabilla mana? ko ga keliatan” tanya Nadilla pada faris
“Nabilla... emm Nabilla” ucap Faris kebingungan
“gue mau ketemu Nabilla” ucap Nadilla memohon pada faris
“Nabill........ Nabilla. Nabilla meninggal dill” jawab faris merundukan kepalanya
“apa! Gamungkin!!! Nabilla liat gue bisa hidup lebih lama bill. Gue bakal temenin lo. Kenapa bill? Kenapa lo malah pergi ? terus gue sama siapaa???”
“sabar dill semua kehendak tuhan, masih ada aku disini” ucap faris menenangkan Nadilla “dimana Nabilla? gue mau lihat” ucap Nadilla sambil melihat ke arah dokter
“Nabilla ada diruang jenazah” ucap dokter itu
“gue mau ketemu sama diaa ris”mohon Nadilla
“tapi kamu masih harus istirahat dill” faris melarangnya
“kalo ga ada yang nganter,biar gue sendiri aja ” ucap Nadilla berusaha berdiri namun usahanya sia-sia
“keadaan Nadilla masih lemah sebaiknya ia menggunakan kursi roda ” saran dokter
“baiklah” ucap faris menganbil kursi roda
@kamar jenazah
Dengan ragu Nadilla membuka kain
putih yang menutupi jenazah yang ada dihadapannya itu, saat membukanya Nadilla sangat
shock melihat Nabilla yang ceria dan terkadangan jail itu menjadi kaku dan pucat, Nadilla terus menangis. Saat berada dipemakaman faris
memberi surat titipan Nabilla. “ini surat dari Nabilla” ucap faris
memberikannya. Nadilla menerimanya dan membuka isi surat tersebut ternyata
isinya adalah :
To : Nadilla
Haiii dilla sayang, saat lo baca
surat ini gue udah ga ada, udah tenang disurga :) gue punya boneka Hello Kitty
lohh gue simpen dikamar semoga losuka ya. Maaf ya gue ga bisa nepatin janji
kita. Gue pergi duluan. Gue ngelakuin ini demi lo. Gue donorin tulang sumsum
gue buat lo, biar lo bisa hidup lebih lama dan bahagia sama faris, jangan sedih
dilla, kalo lo sedih gue juga sedih, jadi jangan sedih ya. Dilla ga mau kan
liat billa sedih? Inget ya. Dilla harus selalu senyum buat gue. Bye..
Salam sayang
Nabilla untuk Nadilla :*
Nadilla
tak kuasa menahan air matanya saat membaca surat tersebut,Nadilla memeluk batu
nisan yang bertuliskan “Nabilla” seketika batu nisan itu menjadi tubuh Nabilla.
Terkejutnya Nadilla melihat wajah Nabilla begitu cantik dan terlihat bercahaya.
Nabilla memberi senyuman manis terakhirnya.
“Nabilla pamit ya ka, selamat tinggal” perlahan Nabilla menghilang
“ dahh adik kesayangan Nadill” Nadilla tersenyum, melambai-lambaikan tangannya, faris yg melihat kejadian itu bingung melihat Nadilla melambaikan tangannya karena disana tidak ada siapa siapa
“ayo pulang” ajak faris
“ayoo” balas Nadilla, mereka pun meinggalkan peristirahatan terakhir Nabilla.
“ dahh adik kesayangan Nadill” Nadilla tersenyum, melambai-lambaikan tangannya, faris yg melihat kejadian itu bingung melihat Nadilla melambaikan tangannya karena disana tidak ada siapa siapa
“ayo pulang” ajak faris
“ayoo” balas Nadilla, mereka pun meinggalkan peristirahatan terakhir Nabilla.
5 tahun kemudian
Disebuah taman
terlihat keluarga kecil bahagia milik faris dan Nadilla, mereka mempunyai anak
perempuan cantik nan lucu berumur 3 tahun.
“Nabilla jangan jauh jauh mainnya sayang” ucap Nadilla yg sedang duduk dikursi
taman.
Nabilla
? yaa Nabilla. Hasil buah cinta Nadilla dan faris. Nama lengkapnya adalah Nabilla
cantika Putri. Mereka menamainya Nabilla karena ingin melihat putri mereka menjadi
Nabilla kecil yang cantik dan ceria. Nabilla kecil sedang bermain dengan boneka
Hello Kitty pemberian Nabilla dulu. Saat sedang asik bermain. Seorang wanita
duduk disampingnya.
“haii Nabilla” Nabilla kecil bingung, ia tak mengenal wanita itu
“tante ciapah?” tanya Nabilla kecil dengan suara cadelnya, wanita itu tersenyum melihatnya
“hadiah untuk seorang bidadari kecil yang cantik” wanita itu memberikan saputangan bertuliskan NABILLA.
“wahh makasih ya tante” Nabilla kecil terlihat bahagia,
”bun... bundaaa liat nihhh billa punya apa” ucap Nabilla kecil menunjukannya kepada Nadilla. Nadilla terkejut saat melihat nya karena saputangan itu hanya dimiliki Nabilla dan Nadilla.
*falshback
“udah jadi, ini untuk buat dan ini buat aku, jaga baik baik ya dilla jangan sampe ilang”ucap Nabilla yang memberikan saputangan buatannya kepada Nadilla “iya bill aku akan jaga saputangan ini,bagus ya. Kamu hebat bisa bikin ini :D” ucap Nadilla bahagia
“ iya dong Nabilla gitu ” ucap Nabilla dengan bangganya
“hhahaha” mereka berdua tertawa.
* “kmu dapet dari mana sayang?” tanya Nadilla
“itu”Nabilla kecil menunjuk ke arah wanita yang sedari tadi tersenyum melihat keluarga kecil Nadilla
“Nabilla” Nadilla terkejut melihatnya.
“tante ciapah?” tanya Nabilla kecil dengan suara cadelnya, wanita itu tersenyum melihatnya
“hadiah untuk seorang bidadari kecil yang cantik” wanita itu memberikan saputangan bertuliskan NABILLA.
“wahh makasih ya tante” Nabilla kecil terlihat bahagia,
”bun... bundaaa liat nihhh billa punya apa” ucap Nabilla kecil menunjukannya kepada Nadilla. Nadilla terkejut saat melihat nya karena saputangan itu hanya dimiliki Nabilla dan Nadilla.
*falshback
“udah jadi, ini untuk buat dan ini buat aku, jaga baik baik ya dilla jangan sampe ilang”ucap Nabilla yang memberikan saputangan buatannya kepada Nadilla “iya bill aku akan jaga saputangan ini,bagus ya. Kamu hebat bisa bikin ini :D” ucap Nadilla bahagia
“ iya dong Nabilla gitu ” ucap Nabilla dengan bangganya
“hhahaha” mereka berdua tertawa.
* “kmu dapet dari mana sayang?” tanya Nadilla
“itu”Nabilla kecil menunjuk ke arah wanita yang sedari tadi tersenyum melihat keluarga kecil Nadilla
“Nabilla” Nadilla terkejut melihatnya.
Wanita itu adalah Nabilla. Nabilla
tersenyum dan menghilang saat akan didekati , Nadillapun kembali melihat putri
kecilnya dan berkata “bunda juga punya itu” sambi memperlihatkannya
“cama ya bun” ucap Nabilla kecil
“iya sayang, punya bunda tulisanya Nadilla kalo punya kamu Nabilla” terlihat Nabilla kecil yg sangat bahagia
“terimakasih Nabilla, telah memberikan kebahagiaan untukku dan bidadari kecilku :)” batin Nadilla.
“cama ya bun” ucap Nabilla kecil
“iya sayang, punya bunda tulisanya Nadilla kalo punya kamu Nabilla” terlihat Nabilla kecil yg sangat bahagia
“terimakasih Nabilla, telah memberikan kebahagiaan untukku dan bidadari kecilku :)” batin Nadilla.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar